Dalam tulisan kali ini sebenarnya saya hanya ingin menunjukan ketidakberesan dalam cara berpikir kita, sebuah anomali dalam cara berpikir yang saya rasa semakin hari sudah semakin mengganggu. Lalu kenapa harus ISIS dan PKI? bagi saya kedua kelompok ini mewakili dua kutub spektrum ideologi yang berlawanan.  ISIS dengan mengatasnamakan Islam sebagai ideologinya, berada di kutub sebelah kanan, sementara di kutub paling kiri ada PKI yang bersandar kepada ideologi komunis (Sebenarnya pengkutuban ideologi seperti ini tidak begitu tepat karena Islam juga punya sisi “kiri” yang tidak biasa diabaikan, saya menggunakan pengkutuban ini hanya untuk memudahkan saja). Karena itu kedua kelompok ini akan dengan mudah mengambarkan kecacatan pikir kita terkait pengkambinghitaman ideologi.

            Seperti yang kita tahu bahwa ISIS sedang rajin – rajinnya menyebarkan teror baik melalui bom bunuh diri seperti yang mereka klaim dilakukan di Kampung Melayu dan Manchester, atau melalui kontak senjata seperti yang terjadi di Malawi Filipina. Seperti yang terlihat dari namanya, kelompok ekstrimis ini mengaku berlandaskan pada Islam sebagai ideologi gerakan mereka. Tapi tentu saja sebagian besar muslim membantah hal ini dengan sedikit apologetik mengaku bahwa Islam tidaklah menganjurkan kekerasan. Tentu saja pembelaan seperti itu dapat dibenarkan.

            Di sisi lain, Pemberontakan PKI masih menyisakan kengerian, pemberontakn yang kegagalannya kemudian setiap tahunnya kita peringati sebagai hari kesaktian pancasila sepertinya menjadi alasan kenapa kengerian itu akan terus terasa. PKI mengklaim diri sebagai sebuah partai yang berideologikan komunis. Kita sepakat bahwa seperti layaknya ISIS, apa yang dilakukan oleh PKI puluhan tahun lalu adalah sebuah tindakan yang harus kita kutuk.

            Yang menjadi anomali adalah, orang – orang yang sama yang membela diri dengan mengatakan bahwa ISIS tidak mencerminkan Ideologi islam dan karena itu tidak bisa dianggap bahwa Islam sebagai agama ataupun ideologi yang menganjurkan penggunaan kekerasan, kemudian menggeneralisir bahwa Komunis sebagai sebuah ideologi yang mensyaratkan kekerasan untuk menegakkan ideologi mereka. Kita di satu sisi tidak ingin digeneralisir, tapi di sisi lain menggeneralisir. Bukankah ini tidak adil?

            Pertanyaannya apakah memang ISIS hanyalah satu – satunya contoh dari pemakaian kekerasan dengan dalih ideologi islam? Jika melihat dari sejarah sebenarnya kekerasan yang dilakukan oleh kelompok yang memakai Islam sebagai ideologi telah dimulai dari dulu, untuk menyebut salah satunya adalah kekhalifahan Utsmaniyah Turki yang mengusir suku Armenia bahkan melakukan pembunuhan terhadap suku tersebut pada saat berlangsungnya perang dunia pertama. Lalu apakah kita sudah bisa menyebut bahwa Islam sebagai sebuah ideologi yang menganjurkan kekerasan? Tentu saja tidak, karena pada tataran ideologis Islam tidak menganjurkan penggunaan kekerasan. Namun jika kita mau berpikir secara adil maka kita harus menggunakan standar yang sama untuk menilai PKI dengan ideologi Komunisnya. Ya pada tataran praktis PKI melakukan kekerasan, juga beberapa partai Komunis pun melalukan kekerasan, tetapi pada tataran ideologis kekerasan bukan satu – satunya cara membangun pemerintahan Komunis. Maka sebenarnya yang harus kita kutuk adalah ISIS dan PKI sebagai pelaksana dari ideologi, bukan ideologi itu sendiri.

            Yang terjadi adalah kita cenderung menilai kedua Ideologi melalui standar yang berbeda. Kita benci terhadap orang yang menyebut Islam sebagai ideologi yang menganjurkan kekerasan tapi disaat bersamaan kitapun menyebut Komunis sebagai ideologi yang menganjurkan kekerasan. Lalu apa bedanya kita dengan dunia barat yang menilai islam sebagai ideologi yang berbahaya? Nyatanya kita sama saja dengan mereka, hanya saja kita ada di kutub yang berbeda dengan mereka. Oleh karena itu, mulai sekarang marilah kita berlaku adil, kita hentikan pengkambinghitaman terhadap suatu ideologi tertentu, apalagi jika kebencian kita terhadap satu ideologi didasari oleh ketidaktahuan alih – alih pengetahuan.

Gambar nyomot dari sini

Advertisements