Satu doktrin Kristiani yang kita kenal sekarang adalah bahwa Jesus merupakan perwujudan Tuhan di bumi yang diturunkan untuk menebus dosa manusia. Selama puluhan Tahun kita mendengar sisi sakral dari Jesus sang Tuhan bagi kaum kristiani ini. Namun Reza Aslan dalam buku ini mencoba membandingkan sosok Jesus yang diterangkan oleh Injil dan segala sisi sakralnya, dengan Jesus dari sisi historis yang penuh dengan kualitas – kualitas humanis. Sebuah cara untuk melihat seorang tokoh besar keagamaan dengan cara yang berbeda.

        Jesus dalam narasi Reza Aslan digambarkan sebagai seorang pria kelahiran kota kecil bernama Nazaret. Tidak ada kisah tentang lahirnya Jesus dari rahim virgin Mary, Aslan benar – benar hanya ingin memasukan potongan – potongan kisah yang memiliki bukti sejarah, atau setidaknya yang masih masuk akal. Tapi bukan berarti bahwa penulis yang lahir di Iran ini memandang bahwa kita harus mengabaikan sisi suprarasional dari kehidupa Jesus. Dia kerapkali menyatakan bahwa sebagai sebuah dogma agama semua pengetahuan ahistoris tentang Jesus sah – sah saja.

        Tidak hanya fokus pada penggambaran sosok Jesus. Reza Aslan juga menggambarkan dengan baik kondisi sosial-ekonomi-politik Jerussalem pada masa pendudukan Romawi tersebut, kondisi yang memungkinkan bangkitnya banyak tokoh yang menyebut diri sebagai Messiah. Aslan menuturkan bahwa gerakan – gerakan keagamaan baru justru muncul dari dorongan kondisi sosial – ekonomi – politik, pada pada dasarnya para tokoh keagamaan ini (termasuk Jesus) harus juga dipahami sebagai pemimpin gerakan revolusioner dalam bidang sosial.

        Pada bagian – bagian akhir Reza Aslan menjabarkan penyebab lahirnya ajaran – ajaran yang sifatnya dogmatis dalam kristiani, dan alasan mengapa ada beberapa fakta sejarah yang ditutupi dalam kitab kaum kristiani. Lewat buku ini, saya sebagai seorang yang awam menjadi tahu bagaimana terbentuknya sebuah agama dan dogma di dalamnya.

        Saya menyarankan buku ini agar dibaca oleh umat di luar kristiani karena pada akhirnya dialog mengenai sejarah terbentuknya agama itu penting agar kita memahami bagaimana sebuah agama di luar agama kita terbentuk. Dan lewat pemahaman itu akan tumbuh sifat toleran yang membuat kita menahan diri untuk menghakimi. Sayangnya buku ini belum tersedia dalam bahasa Indonesia. Tapi teman – teman dapat mendapatkan versi ebook berbahasa inggrisnya di Google Book dengan harga yang jauh lebih murah daripada versi fisiknya. Selamat membaca!

Advertisements